Friday, 6 February 2015

Menulis sebagai Strategi (Belajar dan Mengajar)

Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi. Begitu juga dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk komunikasi guru dengan siswa adalah melalui tulisan. Dengan menulis diharapkan komunikasi antara guru dengan siswa akan berjalan dengan baik, tertata dan lebih terarah.
Menulis sebagai Strategi Belajar dan Mengajar, hal ini dimaksudkan dalam kaitannya strategi mengajar yang diterapkan oleh guru dalam rangka mendukung proses belajar siswa. Banyak hal yang bisa dilakukan guru dalam rangka strategi mengajar melalui menulis, misalnya melalui proses berikut :

1. Menulis dalam kaitannya dengan apersepsi atau materi prasyarat

Sebelum guru memulai suatu bab atau materi baru, ada baiknya guru membiasakan melatih siswa untuk menuliskan hal-hal yang telah diketahuinya, atau telah dipelajarinya pada bab-bab sebelumnya. Selain merangsang otak atau daya ingat siswa tentang materi yang telah dipelajarinya, melalui tulisan siswa guru dapat mengetahui sejauh mana materi prasyarat yang sudah dipelajari dengan baik oleh siswa. Selain itu guru dapat memberi tugas menulis tentang hal-hal yang telah dan belum dipahami dalam materi prasyarat sebelum menuju materi baru. Dengan demikian guru dapat mengetahui hal-hal miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Guru juga akan lebih mudah mengetahui dari mana harus memulai mengajar, dengan titik fokus meluruskan kembali miskonsepsi yang dialami oleh siswa.

2. Menulis dalam proses pembelajaran

Menulis dalam proses pembelajaran dapat dilakukan bersamaan dengan proses diskusi. Hasil diskusi siswa dapat dituangkan dalam bentuk tulisan agar lebih mudah dalam menuangkan gagasan, dan lebih sistematis. Setelahnya, siswa dapat menyajikan tulisan hasil pemikiran dan diskusi dalam presentasi di depan kelas. Dengan tulisan, siswa akan lebih mudah mengutarakan pendapatnya, pemikirannya, maupun sanggahannya.

3. Menulis di akhir pembelajaran

Dalam mengakhiri pembelajaran, siswa diharapkan dapat membuat suatu kesimpulan dari apa yang dipelajari hari ini. Melalui tugas menulis, siswa dapat diminta untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari ini. Hal ini dimaksdukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang baru saja dipelajari. Dalam pelajaran matematika misalnya, tugas menulis diantaranya dapat berupa menuliskan kembali pengertian suatu konsep dengan kalimat sendiri, membuat rangkuman materi topik  tertentu, menulis prosedur atau langkah-langkah dalam menyelesaikan soal,ataupun mengungkapkan kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan soal.

Banyak jenis strategi pembelajaran dalam kaitannya dengan "menulis" yang dapat diterapkan oleh guru. Beriku ini berberapa strategi pembelajaran yang saya kutip dari michigan.gov : Strategy CALLA, Strategy Column Notes, Strategy Compare and Contrast, Strategy Concept Definition Map, Strategy Frayer Model, Strategy GIST, Strategy Journaling, Strategy Marginal Notes, Strategy Quick Write, Strategy Response Journal dan Strategy Symbols, Meanings, Writing

Dalam strategi pembelajaran Math Student Self Evaluation misalnya, siswa dapat menuliskan hal-hal berikut ini :


These are two important things I learned in math today/this week/this month:

1. _____________________________________________________________________________________________

2. _____________________________________________________________________________________________



This was an easy problem for me: ____________________________________________________________________



This was a difficult problem for me: ___________________________________________________________________



I need more help with: _____________________________________________________________________________



This is how I feel about math today/this week/this month: (Circle your answer)



successful happy excited confused interested worried relaxed bored upset



This is where I got help (circle words that are true): 


a teacher a friend my parents the internet other (explain)




Contoh lain misalnya Strategy Structured Writing Guide



A structured writing guide provides structure for students as they convey their learning in an organized
manner. The writing guide includes step-by-step formatting for each paragraph as well as suggested
sentence starters. This structure supports students as they learn to write about what they are learning (Kenney, et. al., 2005)


What does it do?


• Supports students in writing an informative short essay.

• Provides a structure with hints for what to write.



How to implement:


• Determine the structure.

• Provide modeling and examples of expectations.

• Practice each part with students.

• Show student work and work with students to ‘grade’ these samples.

• Use peer editing for improvement strategies. This also supports student learning of the concept

Demikian sedikit paparan saya mengenai menulis sebagai strategi belajar dan mengajar. Untuk hasil yang maksimal menulis perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam rangka mendukung proses dan hasil belajar.
 

Mem'biasa'kan Menulis..

Bagaimana membiasakan menulis? 

 

saya kerap kali bertanya dalam hati bagaimana membiasakan diri untuk menulis. jikapun belum pantas dikatakan "membiasakan", setidaknya bagaimana memulai menulis itu. meski saat ini saya sedang menulis, saya kerap kali merasa kesulitan saat memulai menulis. kesulitan untuk mengawali kalimat, entah kata apa yang pertama kali harus tertuangpun kadang-kadang menjadi blank. Meski mulanya di otak sudah ada ide yang hendak tertuang, tiba-tiba saat jari mulai menyentuh keyboard, semua rasanya seperti lenyap begitu saja. Why? jawabannya saya pikir karena "tidak terbiasa"! saya akui itu. kenapa tidak terbiasa? jawabannya bisa banyak hal. kemungkinannya mungkin seperti ini :

1. Belum Sadar tentang Pentingnya Menulis

Bagi sebagian orang, mungkin bertanya-tanya "Apa pentingnya menulis?". Apalagi bagi guru. banyak guru yang belum terbiasa dengan dunia tulis menulis. Guru Matematika misalnya, mungkin justru berpikir "Lho.. tulis menulis itu kan kegiatannya guru Bahasa Indonesia? Guru matematika mah cukup berkutat dengan angka saja". Misalnya seperti itu. Apakah pendapat tersebut benar? sy secara personal tidak sependapat dengan pemikiran tersebut. Menurut wikipedia, menulis merupakan kegiatan menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara - See more at: http://www.jasareviewmu.com/2014/01/pengertian-menulis-dan-pentingnya.html#sthash.K9RBEczM.dpuf
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara - See more at: http://www.jasareviewmu.com/2014/01/pengertian-menulis-dan-pentingnya.html#sthash.K9RBEczM.dpuf
Jadi sangatlah beralasan, jika setiap guru harus terbiasa dengan menulis, sebab guru merupakan salah satu sumber informasi atau perantara informasi bagi muridnya. Nah, ini pentingnya menulis bagi guru :
  • a. Guru sebagai salah satu penyaji informasi, perlu belajar menulis sebab tentu informasi yang disampaikan akan mudah diterima jika informasi disajikan secara sistematis dan runtun. Disinilah salah satu manfaat menulis, karena dengan menulis, apa yang kita baca, apa yang kita pelajari akan mudah diingat. Apa yang ada di pikiran kita akan lebih runtun dan sistematis apabila dituangkan dalam sebuah tulisan. Dan tulisan yang sistematis itu membantu kita ketika akan mengeluarkannya secara lisan. Orang yang terbiasa menulis, bisa dipastikan apa yang diucapkannya pasti akan terdengan runtun,tidak berputar-putar, enak di dengar, dan mudah diterima. Pun ini menjadi pengingat dan pembelajaran untuk saya pribadi, karena saya bermasalah dengan public speaking, sepertinya dengan belajar menulis akan memperbaiki kemampuan berbicara sy di depan publik :) 
  • b. Menulis penting dan mutlak diperlukan dalam Karya Ilmiah. Ketika kita menjadi guru, suatu ketika pasti kita menemukan permasalahan dalam proses pembelajaran yang kita ajarkan. Entah itu sikap belajar siswa, entah itu hasil belajar siswa, dsb. Nah, tentu permasalahan tersebut membutuhkan solusi perbaikan. Dari permasalahan itulah guru harus mengadakan Penelitian Tindakan Kelas, atau yang kita kenal dengan PTK. Disinilah "menulis" itu berperan. Dengan membiasakan menulis (apapun itu), akan sangat membantu ketika kita akan menyusun sebuah karya ilmiah.

2. Kurang membaca

Salah satu penyebab merasa susah menulis adalah kurangnya membaca. Seseorang yang susah menulis bisa dikarenakan tidak ada atau kurangnya "ide" menulis. Kenapa bisa sampai kurang ide? karena bisa jadi kurangnya wawasan pengetahuan, yang erat hubungannya dengan kurangnya aktivitas mencari informasi seperti dengan kegiatan membaca, atau mendengarkan berita (misalnya). Membaca dan Menulis erat kaitannya. keduanya sama-sama bermuara pada penyajian informasi. Membaca mencari informasi, kemudian menulis menuangkan kembali informasi hasil membaca agar lebih mudah diingat dan dipahami. 
"If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that" (Stephen King) 
Jadi jelas, membaca adalah salah satu "alat" untuk menulis. Begitu kira-kira :)

3. Malas

Nah, ini alasan klasik yang sering hinggap di kebanyakan orang (ternmasuk saya. hehehe). Malas seringkali menyusup dengan berbagai alasan. "Nggak ada waktulah.., sibuklah.., nggak tau cara memulailah..," dsb. Untuk kasus ini nggak ada obat lain selain harus dipaksa memulai. Kalau saya sih mengakalinya dengan menulis yang ringan-ringan. Entah itu sekedar menulis untuk mengekpresikan Isi Hati (#eh :p ) Yup.. ini dia yang kebanyakan dilakukan perempuan. Nulis Diary. hehe.., tidak masalah. itupun suatu saat akan bermanfaat. Menulis menyisakan lega, begitu menurut saya :) , meskipun selama ini saya hanya menulis sebatas pendapat personal, menulis tentang dunia masak memasak, tapi saya terus berusaha meningkatkan kemampuan menulis saya. entah bagus atau enggak, entah ada yang membaca atau tidak, yang penting belajar menulis. tidak akan ada yang sia-sia, insyaAllah...

Setidaknya hal-hal itu sebagai pemicu semangat saya dan alasan saya kenapa harus memulai membiasakan diri "menulis". Ala bisa karna biasa.. begitu kata pepatah. Tanpa memulai, tentu tidak akan terbiasa. Maka dari itu, mulailah.. biasakanlah..
sekian ^^


Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Imam syafi'i)

Monday, 19 January 2015

Kurikulum 2013 (akhirnya...)

Sengaja saya tulis "akhirnya" di belakang judul. karena akhirnya sy harus mulai membiasakan diri dengan kurikulum 2013 ini, sebab insyaallah SMAN CMBBS masih memakai kurikulum ini. alhasil detik ini juga saya mulai nguprek nguprek segala hal yang perangkat pembelajaran yang berkaitan dengan kurikulum 2013. berikut ini ada beberapa contoh perangkat pembelajaran dari kemdikbud, terdiri dari silabus dan contoh rpp. Barangkali yang membutuhkan contoh atau sekedar untuk acuan bisa di download melalui link dibawah ini, atau bisa melalu link download.
Matematika Mata Pelajaran Wajib
1. Silabus Matematika kelas X
2. Silabus Matematika kelas XI
3. Silabus Matematika kelas XII
4. Contoh RPP

Sunday, 18 January 2015

Nuova Vita "Pandeglang"

Pertama kali sy membuat blog ini adalah bulan oktober 2013. Sengaja saya pilih nama "Nuova Vita" yang saya ambil dari bahasa italia, yang artinya sama dengan "the new life" atau hidup baru. Saya ingat betul kenapa oktober 2013 lalu saya memilih nama itu, karna saya merasa saat itu adalah masa masa saya menutup buku masa lalu, memutuskan untuk memulai lembar baru, menata ulang semua mimpi, fokus pada masa depan, dst.. ,step by step betul-betul saya pastikan terlaksana, dengan usaha dan tentu saja dengan ridho Allah. Lulus kuliah profesi februari 2014, menikah april 2014, dan subhanallah.. Allah mengijinkan sy mewujudkan cita-cita ortu sy "melihat anaknya jadi PNS" pada desember 2014. Yup..alhamdulillah.. setelah galau galau memilih tujuan "dimana harus ikut tes cpns", galau antara jalur khusus dan jalur umum, sampai pada akhirnya memutuskan memilih mencoba di provinsi banten, akhirnya Allah menjawab segala kegundahan hati :) Provinsi Banten akhirnya menjadi tenpat berlabuh kesekian kalinya. Alhamdulillah 2014 ini Allah mengijinkan sy lolos cpns Prov Banten. Sesuai formasi, InsyaAllah saya akan mengabdi di SMAN CMBBS Pandeglang. Nuova Vita benar-benar akan dimulai sekarang, di tempat baru "Pandeglang", menata, meraih dan mewujudkan lebih banyak mimpi, cita-cita, dan harapan. Semoga Ridho Allah senantiasa menyertai. Ah.. 2014 yang menakjubkan :) Maka Nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?? 

with love
Atik Sandraw - Slamet S

Tuesday, 18 November 2014

CPNS Provinsi Banten #curhat

Hm.. akhir2 ini tidak pernah lagi menengok blog ini. Maap yaa my blog. :( gara2 harus fokus ke cpns 2014, banyak hal jadi terkorbankan. Akhirnya tgl 10 nov lalu sy mengikuti ujian tkd cpns prov banten. Jujur 90 persen yg sy pelajari ga ada yg keluar. Oh no -____-" apa daya, sebagai anak eksak, soal hitungan justru sedikit sekali yg keluar. Padahal jelas itu keahlian kami. Sekian lama mati2n berusaha menghafalkan pasal2 UUD pun ternyata tidak ada yg keluar. Ditambah soal2 yg keluar selalu disertai bacaan yg puanjang2. Alhasil waktu malah habis untuk membaca soal. 1,5 jam terasa kurang untuk menyelesaikan 100 soal. Manajemen waktu buruk pula. Pasrah. Hasil TKD? tidak memenuhi yg sy targetkan. Tidak istimewa. Apalagi "wow". Tp memang tidak terlalu buruk. Setidaknya masih memenuhi pasing grade yg ditetapkan. TKD kali ini sy hanya mampu memperoleh skor 375. jelas membuat harap2 cemas. Apalagi formasi yg tersedia hanya 3 kursi saja. Semoga saya masih menjadi salah satu dari 3 itu. Doakan yaaaa... :-)